About Me

Palembang- Baturaja, Indonsia, Indonesia
aq harus bisa berubah lebih baik n makin dewasa sebab ada pepatah yang mengatakan hari ini harus lebih baik dari kemarin begitu juga besok harus lebih baik darisekarang agar kamu tidak menjadi orang yang merugi, n juga aq tak pernah putus asa dalam menggapai cita2 ku, pokok nye pantang mundur deh maju terus, ok coy,,,,,,,, hai semuanya mari kita budayakan e-learning
copyright :yusufinside@gmail.com

Kalender


Portalnya Keluarga Bahagia
RSS

Marhaban Ya Ramadhan

andai kami tahu ini Ramadhan terakhir..
tentu kami akan melaksanakan sholat di
awal waktu

sholat yang dikerjakan...sungguh khusyuk lagi tawadhu'

tubuh dan qalbu...bersatu memperhamba diri

menghadap Rabbul Jalil... menangisi kecurangan janji

"innasolati wanusuki wamahyaya wamamati lillahirabbil 'alamin"

[sesungguhnya solatku, ibadahku, hidupku, dan matiku...
andai kami tahu ini Ramadhan terakhir..
tidak akan kami sia siakan walau sesaat
yang berlalu

setiap masa tak akan dibiarkan begitu saja

di setiap kesempatan juga masa yang terluang

alunan Al-Quran bakal kami dendang...bakal kami syairkan
andai kami tahu ini Ramadhan terakhir..
tentu malam kami sibukkan dengan

bertarawih...berqiamullail...

bertahajjud...

mengadu.merintih...meminta belas kasih

"sesungguhnya aku tidak layak untuk ke syurga-MU

tapi...aku juga tidak sanggup untuk ke neraka-MU"
andai kami tahu ini Ramadhan
terakhir..
tentu kita tak akan melupakan mereka yang
tersayang

mari kita meriahkan Ramadhan

kami buru...kami cari..suatu malam idaman

yang lebih baik dari seribu bulan
andai kami tahu ini Ramadhan terakhir..
tentu kami bakal menyediakan batin dan
zahir

mempersiap diri...rohani dan jasmani

menanti-nanti jemputan Izrail

di kiri dan kanan .lorong-lorong ridha Ar-Rahman
Duhai Ilahi....

andai ini Ramadhan terakhir buat kami

jadikanlah Ramadhan ini paling berarti...paling berseri...

menerangi kegelapan hati kami

menyeru ke jalan menuju ridho serta kasih sayangMu Ya Ilahi

semoga bakal mewarnai kehidupan kami di sana
nanti
Namun teman...

tak akan ada manusia yang bakal mengetahui

apakah Ramadhan ini merupakan yang terakhir kali bagi diri kita

yang mampu bagi seorang hamba itu hanyalah

berusaha...bersedia...meminta belas-NYA
Marhaban ya Ramadhan,
Bulan dimana nafas kita menjadi
tasbih, tidur kita menjadi ibadah, amal kita diterima dan do'a kita di
ijabah,
Sungguh cantik kain plekat,
dipakai orang pergi ke pekan.

Puasa Ramadhan semakin dekat, khilaf dan salah mohon dimaafkan
Berharap padi dalam lesung, yang
ada cuma rumpun jerami,

harapan hati bertatap langsung, cuma terlayang e-mail ini.
Sebelum cahaya surga padam,
Sebelum hidup berakhir,

Sebelum pintu tobat tertutup, Sebelum Ramadhan datang,

Saya mohon maaf lahir dan bathin....
Taqqobalahu Minna Waminkum,
Taqoballahu Ya Karim,
MARHABAN YAA RAMADHAN

Wassalam

Best Regard
Yusuf

IT LITBANG

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Suami, Pemimpin Bagi Keluarga (Bag.2)

Seorang suami juga harus sadar bahwa ia pemimpin dalam rumah tangga. ALLOH SWT berfirman, "Laki-laki adalah pemimpin kaum wanita, karena ALLOH telah melebihkan sebagian mereka atas sebagian yang lainnya dan karena mereka telah membelanjakan sebagian harta mereka" (Q.S. An-Nissa [4]: 34).

Dan seorang pemimpin hanya akan jadi pemimpin jika ada yang dipimpin. Artinya, jangan merasa lebih dari yang dipimpin. Seperti halnya presiden tidak usah sombong kepada rakyatnya, karena kalau tidak ada rakyat lalu mengaku jadi presiden, bisa dianggap orang gila. Makanya, presiden jangan merendahkan rakyat, karena dengan adanya rakyat dia jadi presiden.

Sama halnya dengan kasus orang yang menghina tukang jahit, padahal bajunya sendiri dijahit, "Hmm, tukang jahit itu pegawai rendahan". Coba kalau bajunya tidak dijahitkan oleh tukang jahit, tentu dia akan kerepotan menutup auratnya. Dia dihormati karena bajunya diselesaikan tukang jahit. Lain lagi dengan yang menghina tukang sepatu, "Ah, dia mah cuma tukang sepatu". Sambil dia kemana-mana bergaya memakai sepatu.

Tidak layak seorang pemimpin merasa lebih dari yang dipimpin, karena status pemimpin itu ada jikalau ada yang dipimpin. Misalkan, istrinya bergelar master lulusan luar negeri sedangkan suaminya lulusan SMU, dalam hal kepemimpinan rumah tangga tetap tidak bisa jadi berbalik dengan istri menjadi pemimpin keluarga. Dalam kasus lain, misalkan, di kantornya istri jadi atasan, suami kebetulan stafnya, saat di rumah beda urusannya. Seorang suami tetaplah pemimpin bagi istri dan anak-anaknya.

Oleh karena itu, bagi para suami jangan sampai kehilangan kewajiban sebagai suami. Suami adalah tulang punggung keluarga, seumpama pilot bagi pesawat terbang, nakhoda bagi kapal laut, masinis bagi kereta api, sopir bagi angkutan kota, atau sais bagi sebuah delman.

Demikianlah suami adalah seorang pemimpin bagi keluarganya. Sebagai seorang pemimpin harus berpikir bagaimana nih mengatur bahtera rumah tangga ini mampu berkelok-kelok dalam mengarungi badai gelombang agar bisa mendarat bersama semua awak kapal lain untuk menepi di pantai harapan, suatu tempat di akhirat nanti, yaitu surga.

Karenanya seorang suami harus tahu ilmu bagaimana mengarungi badai, ombak, relung, dan pusaran air, supaya selamat tiba di pantai harapan. Tidak ada salahnya ketika akan menikah kita merenung sejenak, "Saya ini sudah punya kemampuan atau belum untuk menyelamatkan anak dan istri dalam mengarungi bahtera kehidupan sehingga bisa kembali ke pantai pulang nanti?!".

Karena menikah bukan hanya masalah mampu cari uang, walau ini juga penting, tapi bukan salah satu yang terpenting. Suami bekerja keras membanting tulang memeras keringat, tapi ternyata tidak shalat, sungguh sangat merugi. Ingatlah karena kalau sekedar cari uang, harap tahu saja bahwa garong juga tujuannya cuma cari uang, lalu apa bedanya dengan garong?! Hanya beda cara saja, tapi kalau cita-citanya sama, apa bedanya? Buat kita cari nafkah itu termasuk dalam proses mengendalikan bahtera. Tiada lain supaya makanan yang jadi keringat statusnya halal, supaya baju yang dipakai statusnya halal, atau agar kalau beli buku juga dari rizki yang statusnya halal. Hati-hatilah, walaupun di kantong terlihat banyak uang, tetap harus pintar-pintar mengendalikan penggunaannya, jangan sampai asal main comot. Seperti halnya ketika mancing ikan di tengah lautan, walaupun nampak banyak ikan, tetap harus hati-hati, siapa tahu yang nyangkut dipancing ikan hiu yang justru bisa mengunyah kita, atau nampak manis gemulai tapi ternyata ikan duyung.

Ketika ijab kabul, seorang suami harusnya bertekad, "Saya harus mampu memimpin rumah tangga ini mengarungi episode hidup yang sebentar di dunia agar seluruh anggota awak kapal dan penumpang bisa selamat sampai tujuan akhir, yaitu surga". Bahkan jikalau dalam kapal ikut penumpang lain, misalkan ada pembantu, ponakan, atau yang lainnya, maka sebagai pemimpin tugasnya sama juga, yaitu harus membawa mereka ke tujuan akhir yang sama, yaitu surga.

ALLOH Azza wa Jalla mengingatkan kita dalam sabdanya, "Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu" (Q.S. At Tahriim [66]:6).

Kepada pembantu jangan hanya mampu nyuruh kerja saja, karena kalau saja dulu lahirnya ALLOH tukarkan, majikan lahir dari orang tua pembantu, dan pembantu lahir dari orang tua majikan, maka si majikan yang justru sekarang lagi ngepel.

Pembantu adalah titipan ALLOH, kita harus mendidiknya dengan baik, kita sejahterakan lahir batinnya, kita tambah ilmunya, mudah-mudahan orang tuanya bantu-bantu di kita, anaknya bisa lebih tinggi pendidikannya, dan yang terpenting lagi lebih tinggi akhlaknya.

Inilah pemimpin ideal, yaitu pemimpin yang bersungguh-sungguh mau memajukan setiap orang yang dipimpinnya. Siapapun orangnya didorong agar menjadi lebih maju.

Wallahu a'lam bishshawab

(Selesai)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Suami, Pemimpin Bagi Keluarga (Bag.1)

Awal mula kehidupan seseorang berumah tangga dimulai dengan ijab-kabul. Saat itulah yang halal bisa jadi haram, atau sebaliknya yang haram bisa jadi halal. Demikianlah ALLOH telah menetapkan bahwa ijab-kabul walau hanya beberapa patah kata dan hanya beberapa saat saja, tapi ternyata bisa menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal.

Saat itu terdapat mempelai pria, mempelai wanita, wali, dan saksi, lalu ijab-kabul dilakukan, sahlah keduanya sebagai suami-istri. Status keduanya pun berubah, asalnya kenalan biasa tiba-tiba jadi suami, asalnya tetangga rumah tiba-tiba jadi istri.

Orang tua pun yang tadinya sepasang, saat itu tambah lagi sepasang. Karenanya, andaikata seseorang berumah tangga dan dia tidak siap serta tidak mengerti bagaimana memposisikan diri, maka rumah tangganya hanya akan menjadi awal berdatangannya aneka masalah.

Ketika seorang suami tidak sadar bahwa dirinya sudah beristri, lalu bersikap seperti seorang yang belum beristri, akan jadi masalah. Dia juga punya mertua, itupun harus menjadi bagian yang harus disadari oleh seorang suami.

Setahun, dua tahun kalau ALLOH mengijinkan akan punya anak, yang berarti bertambah lagi status sebagai bapak. Ke mertua jadi anak, ke istri jadi suami, ke anak jadi bapak. Bayangkan begitu banyak status yang disandang yang kalau tidak tahu ilmunya justru status ini akan membawa mudharat.

Karenanya menikah itu tidak semudah yang diduga, pernikahan yang tanpa ilmu berarti segera bersiaplah untuk mengarungi aneka derita. Kenapa ada orang yang stress dalam rumah tangganya? Hal ini terjadi karena ilmunya tidak memadai dengan masalah yang dihadapinya.

Begitu juga bagi wanita yang menikah, ia akan jadi seorang istri. Tentu saja tidak bisa sembarangan kalau sudah menjadi istri, karena memang sudah ada ikatan tersendiri. Status juga bertambah, jadi anak dari mertua, ketika punya anak jadi ibu. Demikianlah, ALLOH telah menyetingnya sedemikian rupa, sehingga suami dan istri, keduanya mempunyai peran yang berbeda-beda.

Tidak bisa menuntut emansipasi, karena memang tidak perlu ada emansipasi, yang diperlukan adalah saling melengkapi. Seperti halnya sebuah bangunan yang menjulang tinggi, ternyata dapat berdiri kokoh karena adanya prinsip saling melengkapi. Ada semen, bata, pasir, beton, kayu, dan bahan-bahan bangunan lainnya lalu bergabung dengan tepat sesuai posisi dan proporsinya sehingga kokohlah bangunan itu.

Sebuah rumah tangga juga demikian, jika suami tidak tahu posisi, tidak tahu hak dan kewajiban, begitu juga istri tidak tahu posisi, anak tidak tahu posisi, mertua tidak tahu posisi, maka akan seperti bangunan yang tidak diatur komposisi bahan-bahan pembangunnya, ia akan segera ambruk tidak karu-karuan. Begitu juga jika mertua tidak pandai-pandai jaga diri, misal dengan mengintervensi langsung pada manajemen rumah tangga anak, maka sang mertua sebenarnya tengah mengaduk-aduk rumah tangga anaknya sendiri.

(Bersambung)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Untukmu Wanita Suci

Wanita Suci...
Untukmu izinkan, kugoreskan pena, merangkai kata demi kata khusus untuk dirimu. Mungkin aku memang tak romantis, tapi apa peduliku, kau tak mengenalku dan memang tak perlu mengenalku. Tapi... tahukah engkau? Dalam setiap jarak yang tercipta, ada letup kerinduan yang membuncah. Kerinduan akan sentuhan cinta yang kian menipis dalam kehidupan hari ini. Kerinduan akan Mar'atus shalihat 'perhiasan terindah' di tengah semakin rendahnya harga diri dan kemuliaan kaum yang menjadi tiang negara.

Wanita Suci...
Kau terindah di antara bunga yang pernah aku temui. Kau teranggun di antara dewi yang pernah aku jumpai. Begitu indah kau tercipta sebagai hawa. Begitu anggun kau terlahir bagi adam. Tapi... bagiku kau bukanlah sekedar bunga, tak layak aku samakanmu dengan bunga–bunga yang terindah dan terharum sekalipun.. Tak ada satu perumpamaan pun tuk melukiskan keindahan diri sanubarimu.

Wanita Suci...
Tahukah engkau? Dalam setiap lirikan yang tertatap, ada binarnya yang membekas dan menggoreskan keinginan. Karenanya, jangan pernah kau biarkan aku menatapmu penuh, sebab itu akan membuatku selalu mengingatmu. Berarti memenuhi otakku dengan inginkanmu meski hanya bayang. Berimbas pada tersusunnya gambarmu dalam tiap dinding anganku. Menjadikanku berhasrat sepenuh hati, sepenuh jiwa, sesemangat mentari. Kasihan bayangmu jika harus hadir dalam khayalku yang masih penuh dengan lumpur, dirimu terlalu suci, terlalu mulia.

Wanita Suci...
Dalam setiap senyummu yang terkembang, ada jejaknya yang senantiasa melintas di pikiran. Maka, jangan pernah kau tatapku penuh, bahkan kau tak perlu lirikkan matamu untuk melihatku. Bukan karena aku bertampang macho seperti Zorro, atau memiliki tubuh seprti Rambo. Juga bukan karena aku terlalu indah, sama sekali bukan. Tapi karena aku seorang manipulator. Aku biasa memakaikan topeng keindahan pada wajah burukku, mengenakan pakaian sutra emas, meski diriku lebih kotor dari kubangan lumpur. Kau memang mulia, tapi masih sangat mungkin kau termanipulasi karena kau toh hanya manusia, hanya wanita biasa, meskipun kau wanita suci.

Wanita Suci...
Serapuh kelopak sang mawar yang disapa badai, seperti itulah saat aku sendiri terpenjara sepi. Ketika semua t'lah pergi tiada peduli dengan diri ini. Saat kunikmati hari-hari sepi tiada arti, mencari arti cinta. Saat langkahku semakin lelah karena duniaku telah mendustakan dan menistakan arti kasih sayang. Akhirnya aku menemukanmu saat ku bergelut dengan waktu. Kau hadir atas nama cinta, membawa berjuta cinta dari Sang Maha Pencinta. Dalam tiap kalimat yang terucap, ada baitnya yang menghujam dan tertanam di hati. Saat kudengar tutur kata yang terucap, ada damai yang kurasakan. Bening sinar wajahmu sentuh kalbuku, hilangkan semua pedih dan bimbangku. Engkaulah yang tetap bersamaku saat ku ragu dan bimbang berpikir bisakah kembali. Kau yang s'lalu tenangkan badai agar tetap tegar ku berjalan. Ku cinta caramu mencintai aku, kau buka pintu hatiku. Aku tuliskan rangkaian kata sederhana ini untuk dirimu yang s'lalu bijaksana.

Wanita Suci...
Aku tahu aku takkan bisa menjadi seperti yang engkau minta. Namun selama aku masih bernyawa aku 'kan selalu mencoba 'tuk jadi seperti yang kau minta. Kau telah menjadi terang dalam gelapku saat ku tersesat dan kau pun juga menyelamatkan seluruh hidupku. Maka izinkan aku, selama aku masih hidup di dunia akan kujaga dirimu selayaknya sang putri raja walau ku tahu kau tak suka karena kau bisa jaga dirimu sendiri. Karena itu aku bangga bisa menjadi kenangan, bisa mengenalmu, bisa mencintaimu meskipun ku tahu dirimu bukan untukku. Menyentuhmu merupakan ingin diri, berkelebat selalu, meski ujung penutupmu pun aku tak pernah berani sentuh. Jangan pernah kalah dengan ribuan mimpiku tentangmu dan inginku karena sucimu, Kuatkan diri indahmu tuk kau pertaruhkan. Mungkin kau tak peduli, tapi kau akan jadi wanita biasa, tak lebih, di hadapanku jika kau kalah dalam pertaruangan nafsumu.

Wanita Suci...
Beri sepenuh diri pada dirinya, sang lelaki suci yang dengan sepenuh hati bawa dirimu pada Sang Maha Pencinta. Untuknya dirimu ada, terukir dalam kitab suci, tak perlu dipikir lagi. Tunggulah sang lelaki suci datang menjemputmu dalam rangkaian khitbah dan akad. Atau kejar sang lelaki suci, itu adalah hakmu, seperti dicontohkan ibunda Khadijah. Jangan ada ragu, jangan ada malu, semua terukir dalam kitab suci. Bariskan harapmu pada istikharah sepenuh hati sedalam arti ikhlas. Relakan Allah pilihkan lelaki suci bagimu, mungkin sekarang atau nanti bahkan mungkin tak ada sampai kau mati. Mungkin itu berarti dirimu terlalu suci untuk semua lelaki di alam permainan saat ini. Mungkin dirimu disiapkan untuk menjadi 'Ainul Mardiyah bidadari penghuni surga bagi lelaki pilihan-Nya. Mungkin lelaki suci itu menanti di istana kekalmu yang kau bangun dengan kekhusyu'an ibadah.

Wanita Suci...
Pilihan Allah tak selalu seindah inginmu, tapi itulah pilihan-Nya. Tak ada yang lebih baik dari pilihan Allah, karena Dia Yang Maha Mengetahui.Mungkin kebaikan itu bukan terletak pada lelaki terpilih itu, melainkan pada jalan yang telah kau pilih. Seperti kisah seorang wanita suci di masa lalu yang meminta ke-Islam-an sebagai mahar pernikahannya. Atau mungkin kebaikan itu terletak pada keikhlasanmu menerima keputusan Sang Kekasih tertinggi. Kekasih tempat kita (seharusnya) memberi semua cinta dan menerima yang tak terhingga dalam tiap detik hidup kita.

Wanita Suci...
Engkaulah madrasah pendidik generasi, tempat bersemai mujahid-mujahid pengganti peluh serta darah yang telah tertumpah di hamparan bumi Islam tercinta ini. Dirimu adalah penentram jiwa yang gundah di kala ujian dan goda datang menimpa. Kaulah peneguh hati nan dilanda sunyi, senyummu penyejuk sanubari.diambil dari www.rumahkusurgaku.com

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

5 Syarat Mutlak Memulai Kencan Online

detiknet.Jakarta - Internet memang menjadi media mudah untuk berkenalan dengan orang baru. Banyaknya situs jejaring sosial dan situs khusus pencari teman kencan online juga berhamparan.

Memang, tak sedikit pertemuan yang berawal dari kenalan di internet berakhir indah di pelaminan. Tapi, tak sedikit pula yang mendapatkan kekecewaan bahkan kesialan.

Ada 5 syarat mutlak yang dikeluarkan Internet Dating Examiner seperti dikutip detikINET, Kamis (28/8/2008). Yang berniat mencari kencan lewat internet, harap perhatikan baik-baik.

1. Untuk awal, pantang menggunakan nama dan identitas asli.

Memberikan informasi personal ke orang yang belum Anda kenal di internet cukup bahaya. Pada awalnya mungkin merasa 'membohongi' lawan bicara Anda. Tapi ingat, banyak sekali predator online yang jahat dan bergabung di kelompok pencari teman kencan untuk niat yang kurang baik.

2. Gunakan tempat umum yang ramai orang untuk jadi tempat pertama bertemu.

Jangan sekali-kali 'janjian' di tempat yang privat seperti rumah sendiri atau kantor, misalnya. Di internet, mungkin Anda percaya lawan bicara Anda baik dan dapat dipercaya. Tapi, bila kenyataannya orang tersebut tidak sesuai dengan yang Anda harapkan, Anda tak harus pusing dikejar-kejar hingga menggangu ketenangan hidup Anda.

3. Harus waspada dengan profil palsu yang terlihat 'too good to be true'.

Bila pasangan online Anda memberikan ciri yang persis dengan sosok idaman Anda, itu justru menjadi ciri Anda harus waspada. Jaman sekarang, orang bisa mencari apa keinginan Anda dengan mudah bila Anda pernah mengumbar ciri sosok idaman Anda di internet.

4. Dilarang memiliki 'cem-ceman' online bila Anda mempunyai kekasih di dunia nyata.

Memiliki teman bermesraan online memang kerap menjadi pengalaman yang seru dan mendebarkan. Walau hanya menjalin hubungan secara online, hubungan 'asli' Anda dengan kekasih bisa kandas bila ketahuan. Alhasil, kekasih kabur, teman kencan online juga tak jelas rimbanya.

5. Jangan pernah iseng mendaftarkan diri ke situs online dating bila Anda sudah berkeluarga, bertunangan dan menjalin hubungan serius dengan seseorang.

Kehidupan berkeluarga memang kerap bertemu dengan permasalahan. Namun, mulai melirik situs kencan online untuk meluapkan emosi bukan jalan yang baik. Selesaikan dan akhiri hubungan dulu dengan baik dan bijak, baru mulai bergelut di situs kencan online, bila sudah merasa kesepian.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Presiden Muda Indonesia Anno 2009

Tidak ada yang salah jika seorang anak muda ingin memimpin negerinya: menjadi presiden, misalnya. Menjadi masalah jika keinginan ini diubah menjadi tuntutan, apalagi dengan argumen sekadar karena ia muda--di bawah usia 50 tahun, misalnya. Ide dan gerakan politik ini bisa menyesatkan, seperti sesatnya argumen tindakan afirmatif (affirmative action) buat memberi jatah 30 persen perempuan di parlemen.

Tidak ada korelasi, apalagi kausalitas sifatnya, antara usia muda dan kapabalitas serta kapasitas memimpin--seperti tidak ada hubungan sebab-akibat antara bertambahnya jumlah anggota parlemen perempuan akan melahirkan produk legislasi lebih baik. Terlalu banyak bukti empirik yang bisa dijadikan penyangkal argumen yang fisikal ini, karena itu sulit diterima baik secara intelektual maupun moral.

Sebagai bangsa kita memang patut kecewa. Dibanding negara tetangga yang juga mengalami krisis ekonomi sepuluh tahun lalu, kita adalah bangsa yang paling lambat pulihnya. Faktor kepemimpinan adalah salah satu sebab yang sering disebutkan. B.J. Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri, dan Susilo Bambang Yudhoyono dinilai gagal karena tidak punya ide segar dan visi jauh ke depan serta watak yang kokoh.

Anak-anak muda, seperti Rizal Mallarangeng, M. Fadjroel Rachman, Ratna Sarumpaet, Yusril Ihza Mahendra, Tifatul Sembiring, dan lainnya merasa saatnya generasi mereka memimpin negeri. Generasi sebelum mereka, yang sudah terbukti gagal, hendaklah tahu diri dengan misalnya tidak lagi mencalonkan diri pada pemilihan presiden tahun depan.

Yusril, misalnya, merasa perlu maju mencalonkan diri jadi presiden karena pengalamannya sekian tahun di kabinet, terutama di kabinet Yudhoyono, membuka matanya betapa lamban dan tidak kapabelnya sang presiden. "Lebih baik saya yang menjadi presidennya," begitu kata Yusril.

Fadjroel sudah siap dengan sejumlah langkah yang menurut dia penting dan strategis dilakukan, misalnya, menasionalisasi perusahaan asing, menerapkan pajak progresif setinggi mungkin, menuntaskan kasus korupsi mantan Presiden Soeharto, dan mengadili para jenderal yang terlibat pelanggaran hak asasi manusia dan kejahatan terhadap kemanusiaan di masa lalu.

Rizal Mallarangeng? Kita belum pernah mendengar setegas yang ditawarkan Fadjroel dari Rizal. Ia lebih mirip Yusril, hanya mengemukakan impuls dan motif. Kalau Yusril jengkel melihat presiden yang dibantunya lamban, makal Rizal kecewa karena sepertinya tidak ada harapan buat masa depan Indonesia yang lebih baik jika masih dipimpin oleh kaum tua. Ratna Sarumpaet? Setali tiga uang, kita pun belum mendengar apa yang akan ia lakukan jika kelak menjadi presiden.

Maka, kita hanya bisa mengira-ngira. Kalau Fadjroel menjadi presiden, maka sistem pengorganisasian dan pengelolaan ekonomi kita akan berubah. Sistem neo-liberalisme yang kini berjaya akan berganti dengan sistem ekonomi sosialisme-demokrasi. Kalau Rizal menjadi presiden, tidak akan ada perubahan sistem ekonomi dan bahkan akan diperdalam dan diperkuat. Ini terbukti dari betapa antusiasnya Rizal membela kebijakan neo-liberal, misalnya mencabut subsidi dan menggadaikan kekayaan negara pada asing (kasus ExxonMobil di Blok Cepu).

Kalau Yusril menjadi presiden, maka kaum fundamentalis dan radikal Islam akan berjaya. Akan banyak lahir kebijakan dan legislasi yang bersumber dari nilai-nilai dan ajaran Islam. Kaum non-Islam tetap dihormati dan dijaga hak-haknya sejauh tidak menyimpang dari ajaran Islam. Kalau Ratna Sarumpaet menjadi presiden, karena ia pernah begitu getol dan peduli berkampanye untuk menggungkap kasus pembunuhan buruh Marsinah dengan Teater Satu Merah Panggung-nya, maka sistem ekonomi kita bisa mirip seperti apa yang hendak diperjuangkan Fadjroel.

Sekarang terserah Anda, mau pilih mana: yang muda apa yang tua? Ini kalau Anda percaya, bahwa dalam sistem kita bernegara, seorang presiden punya kuasa luar biasa sehingga bisa mengubah sistem hidup kita. Tapi kalau Anda percaya bahwa perubahan bukan di tangan presiden seorang, tapi menyebar di tangan banyak orang (ratusan anggota DPR), muda atau tua sebenarnya tidak relevan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Merdeka? Ini Kata Mereka...Selamat Ulang Tahun, Indonesia!

Usia 63 tahun sudah diinjak negeri ini, dengan segala dinamikanya. Tahun 1945, kemerdekaan dipekikkan, sebagai pertanda terlepas dari cengkeraman penjajah. Kini, di tahun 2008 apa arti kemerdekaan?

Kalau Amien Rais, dalam iklannya mengatakan Indonesia baru bisa bilang "merdeka" dan belum bisa menikmatinya. Bagi Amien, merdeka bukan berarti membiarkan jutaan bayi kurang gizi. Itu merdeka versi Amien.

Bagaimana dengan masyarakat lainnya? Ternyata, dari pernyataan sejumlah masyarakat yang ditemui Kompas.com, ada beragam pemaknaan yang mereka utarakan. Kesulitan hidup dan ketidakadilan yang dirasakan, menjadi dasar mereka untuk mengartikan "merdeka". Inilah beberapa ungkapan itu....

Indra, seorang tuna rungu agak bingung saat ditanya apa arti kemerdekaan baginya. Akhirnya, setelah berpikir sekian menit, ia mengatakan, "Merdeka, artinya ada kebebasan berseni dan tidak ada diskriminasi. Ada fasilitas-fasilitas yang memudahkan orang cacat," ujar Indra, yang ditemui usai Pagelaran Khidmat Kilas Proklamasi di Jakarta, Sabtu (16/8) malam.

Pernyataan yang sama juga datang dari Eddi. Penyandang tuna netra ini mengartikan kemerdekaan baginya adalah adanya pemerataan bagi seluruh warga negara. Akses bagi orang normal, seharusnya juga bisa dinikmati oleh orang-orang dengan keterbatasan fisik seperti mereka.

"Agar kami, diberi kebebasan dan kesempatan juga untuk melakukan hal-hal yang positif, meskipun kami cacat. Misalnya, dalam hal lapangan pekerjaan," kata Eddi, yang baru mengalami stroke namun tetap bersemangat tampil menarikan tarian daerah di berbagai acara.

Penyandang cacat lainnya, Marcello Wisnu Arya Teja beda lagi. Marcello, yang berusia 23 tahun ini mengartikan merdeka dengan cara pandang dari akses dunia pendidikan. Siswa kelas 3 SMA Yayasan Pendidikan Anak Cacat (YPAC) ini mengatakan, susah mengatakan bahwa Indonesia sudah merdeka sepenuhnya.

Mengapa? "Merdeka kan artinya semua merasa bebas dan aman melakukan sesuatu. Itu belum saya rasakan. Lihat saja, tidak ada bis khusus orang cacat seperti saya (Marcello harus beraktivitas dengan kursi roda). Masalah pendidikan juga begitu, hanya sedikit universitas yang bisa menerima kami. Artinya, saya pribadi belum merasa merdeka," katanya.

Ungkapan tentang kemerdekaan dari para penyandang cacat itu, tentunya didasari oleh rasa terpinggirkan dan ketidakadilan yang mereka rasakan.

Nah, ibu rumah tangga punya pemaknaan yang berbeda lagi. Maklumlah, bagi ibu-ibu yang terpenting adalah mereka tak merasa pusing mengatur keuangan keluarga dan bisa mencukupi kebutuhan dengan maksimal.

Salah satu ibu rumah tangga yang ditemui Kompas.com adalah Yuliati. Warga Petamburan, Jakarta Pusat ini mengatakan, merdeka seharusnya tidak merasakan kesulitan hidup. "Lah, ini zaman merdeka enggak ada bedanya dari zaman perang kali ya. Apa-apa susah, enggak ada duit, haha...Habis, semuanya mahal, saya pusing sendiri kalo belanja setiap hari. Harusnya, merdeka itukan sejahtera, rakyatnya bisa beli beras, minyak, semuanya murah. Udah gitu aja," ujar ibu 3 anak ini.

Pernyataan Indra, Eddi, Marcello dan Yuliati, mungkin tak bisa digeneralisasi suara seluruh rakyat Indonesia. Tapi setidaknya, mereka juga bagian dari rakyat yang punya pemaknaan sendiri ketika tanggal 17 Agustus tiba. Pemaknaan merdeka, boleh berbeda. Benang merah dari semuanya, mereka merasa masih harus berjuang mendapatkan kemerdekaannya. Perjuangan yang diharapkan berujung pada pencapaian rasa merdeka seutuhnya, bagi semua. Lalu, apa arti merdeka untuk Anda?

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Ta’aruf Gagal Terus?

Oleh : Ummu Raihanah

baitijannati. Fenomenaaa yang sering terjadi dikalangan muslim dan muslimah yang
sedang mempersiapkan diri ke gerbang pernikahan biasanya akan melalui “fase ta’aruf”. Suatu usaha atau ikhtiar untuk mengetahui hakikat calon pasangan kita. Bagaimana sifat dan karakternya, keluarganya, gaya hidupnya, dan seabreg-abreg “rahasia si dia” yang
ingin kita ketahui dengan detail dalam ta’aruf adalah di bolehkan dalam islam. Agar mantap sebelum terjadi pinangan/lamaran.

Sayangnya, sering terjadi dari pihak wanita kurang jeli dalam memanfaatkan moment ini, banyak diantara mereka yang melihat beberapa nilai plus dari calonnya langsung mengatakan “iya”, terburu-buru menjatuhkan pilihan. Dengan alasan bahwa lamaran bisa di batalkan atau dengan kata lain mudah dibatalkan maka ketika ditengah perjalanan sering kita temui “korban-korban” berjatuhan, baik dari pihak wanita maupun laki-lakinya. Banyak di pihak lelaki kecewa atau juga mungkin dari pihak laki-laki yang menarik pinangannya sehingga pihak wanita juga kecewa.

Gagal dalam ta’aruf? jangan terlalu bersedih dan kecewa. Tapi juga ingat dan sadari berapa banyak pilihan yang kita inginkan dari calon pasangan kita. Ingatlah,…bahwa sosok yang kita harapkan menjadi pendamping hidup kita tidak akan bisa sempurna total!! bagi pihak wanita biasanya figure yang diharapkan adalah seperti Rasulullah
shalallahu alaihi wassalam dan bagi pihak lelaki sudah sering penulis dengar menginginkan sosok yang cerdas seperti Aisyah atau mungkin yang berhati mulia seperti Khadijah.

Terlalu tinggi memasang target?? Iya,..karena itulah banyak yang mengharapkan calon pasangannya mampu begini dan begitu, harus bisa ini dan itu dan sebagainya. Sehingga sebenarnya kegagalan dalam melewati fase ta’aruf adalah karena tingginya target yang di
harapkan dari calon pasangannya.

Melihat dengan jujur apa yang ada dalam diri kita, mengaca dan menggali kembali kemampuan, kelebihan dan kekurangannya adalah sangat perlu di perhatikan bagi muslim dan muslimah yang berniat akan menikah. Sehingga apabila memang hatinya “khalisan lillah li wajhillah” benar-benar ingin menikah karena Allah, ikhlas karena
Allah semata, karena mengharapkan wajah-Nya semata maka dia tidak akan memasang target atau impian yang terlalu tinggi dan muluk.

Karena sesungguhnya Allah sendiri telah menjamin hal itu bagi hamba-hamba-Nya yang baik yang shalih akan mendapatkan pasangan yang shalihah juga sebagaimana firman-Nya: “Wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik pula.” (An-Nuur: 26)

Berfikir positif dan selalu berhusnudzan (berbaik sangka/ positive thinking- pen) kepada Allah harus selalu ada dalam pikiran kita ketika menghadapi kegagalan dalam ta’aruf. Boleh jadi ketika kita sangat menginginkan calon pasangan kita itu ternyata ia adalah bukan yang terbaik di sisi Allah Azza wa jalla, dan kemungkinan lain Allah akan menggantikannya dengan calon lain yang lebih baik.

Cobalah renungkan pula firman-Nya berikut ini : “boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahuinya.” (Al-Baqarah :216)

Tetaplah berdoa dan berusaha sesuai dengan kemampuan kita dan janganlah terlalu memasang target yang terlalu tinggi sebagaimana penulis ungkapkan diatas agar kita tidak selalu “gagal” dalam ta’aruf .

Buat saudariku muslimah yang masih “gagal” dalam ta’aruf perbanyaklah doa kepada-Nya. Mintalah yang terbaik bagi kehidupanmu di dunia dan akhirat nanti. Janganlah karena omongan kanan-kiri, karena usiamu yang terus bertambah membuat engkau tak sabar. Ingatlah bahwa pernikahan bukanlah hanya untuk satu hari atau dua hari dan berapa banyak tanggung jawab yang akan engkau emban setelah engkau menikah tentu akan membuatmu berfikir dengan akalmu bukan dengan perasaanmu.

Jangan menyerah,..wahai saudariku !! Usaha ta’aruf lagi sampai Allah pertemukan engkau dengan calon pasanganmu. Sesungguhnya IA tidak akan menyia-nyiakan amal usahamu dan juga doamu. Wallahu `alam bish-shawwab. (www.baitijannati.wordpress.com)
Sumber : www.tentang-pernikahan.com

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Bertukar Biodata Di Masa Taaruf. Perlukah ?

Irwan minta bantuan ustadznya, Zainuddin, untuk mencarikan calon istri. Istri sang ustadz yang sudah mempunyai data akhwat-akhwat yang sudah siap menikah menyodorkan biodata Fitri, salah satu binaan dalam jaringannya, kepada suaminya. Pada saat yang sama Zainuddin memberikan biodata Irwan kepada istrinya.

Irwan dan Fitri telah mendapatkan biodata calonnya masing-masing. Mereka membaca dan mencermati biodata itu dengan sangat serius. Mulai dari tanggal lahir, riwayat pendidikan, pengalaman organisasi, pekerjaan, penghasilan, hingga foto berwarna ukuran postcard yang dilampirkan dalam biodata itu.

Irwan sangat tertarik dengan biodata Fitri. Usia masih muda, dari keluarga yang sudah haji semua, sarjana dari PTN terkemuka, bekerja sebagai PNS di pemda, berpengalaman sebagai pimpinan harian di beberapa organisasi kampus, dan yang paling menarik hatinya adalah foto Fitri yang tampak sangat cantik dengan jilbab putihnya. Ia hampir tak berkedip memandang foto itu. Angan-angannya melayang jauh membayangkan Fitri menjadi istrinya. Hidup berbahagia, mempunyai empat atau lima anak yang lucu-lucu. Keluarga samara menjadi cita-cita yang rasanya sudah pasti akan ia raih. Tinggal tunggu waktu saja.

Pada saat yang sama dengan saat Irwan membayangkan kehidupan indahnya, Fitri merasa kesulitan menemukan hal yang menarik dari Irwan. Ia sulit mencari alasan apa yang membuatnya merasa perlu menerima Irwan. Ia cermati biodata dengan sedikit menahan nafas. Usia Irwan jauh di atasnya. Terlahir dari keluarga yang biasa-biasa saja. Bukan tokoh masyarakat, bukan pula orang kaya. Irwan lulusan sebuah akademi yang belum pernah ia dengar namanya, bekerja sebagai penjaga sebuah toko buku kecil di pinggir kota – tepatnya di sebuah gang sempit yang sama sekali tidak bisa dilalui mobil. Pengalaman organisasi ataupun kepanitiaan kegiatan hanya ada beberapa. Itu pun semuanya sebagai seksi perlengkapan. Tidak ada pula daftar prestasi dalam biodata Irwan. Sama sekali tidak ada karya tulis terkait dakwah yang telah ia hasilkan. Foto berwarna ia lihat terakhir. Fitri sempat berharap, semoga Irwan masih punya kelebihan dalam aspek fisik. Barangkali saja wajah Irwan mirip Keanu Reves atau Bradd Pit, bintang film manca yang pernah menjadi idolanya sebelum Fitri mendapatkan hidayah dan serius mengaji Islam. Namun lagi-lagi Fitri harus menelan ludah kekecewaan. Irwan sama sekali jauh dari bayangannya.

Tepat satu minggu setelah acara tukar biodata, Irwan kembali menemui Ustadz Zainuddin. Waktu setelah pengajian ia manfaatkan untuk menyampaikan niatnya untuk segera mengkhitbah Fitri, akhwat yang sekarang sudah menjadi pujaan hatinya. Ustadz Zainuddin mendengarkan dengan serius ucapan Irwan yang sangat bersemangat menyampaikan citanya. “Ehem-ehem”. Ustadz Zainuddin berdehem dua kali. “Akhi. Saya telah menerima jawaban dari Fitri. Ia mengatakan bahwa ia merasa senang menerima biodata antum. Tapi ternyata ia berubah pikiran. Ia ingin melanjutkan kuliah lagi. Jadi, ia tidak bisa menerima pinangan antum sekarang”. Ustadz Zainuddin menyampaikan jawaban dari Fitri dengan hati-hati. “Aduh, bagaimana sih Ustadz? Masak sudah bertukar biodata, tapi kemudian membatalkan? Kalau belum siap, mengapa ia kemarin mau bertukar biodata?” Irwan memprotes jawaban itu. “Afwan ya akhi. Tetapi itulah jawaban Fitri. Ya antum sabar saja. Insya Allah masih banyak akhwat lain yang sudah siap menikah. Antum tinggal pilih saja yang mana”. Irwan tidak terlihat tertarik pada biodata-biodata baru yang disodorkan ustadznya. Ia hanya membaca sekilas, kalau tidak mau disebut tidak membaca sama sekali. Parahnya, perhatian Irwan justru langsung difokuskan pada foto-foto akhwat yang dilampirkan dalam setiap biodata. Semuanya tampak tidak menarik baginya. Tidak ada satupun yang secantik Fitri.

Segera setelah ia sampai di rumahnya, ia langsung menelepon ke hp Fitri. Nomor hp tersebut ia dapatkan dalam biodata Fitri yang telah ia kembalikan. Akan tetapi Irwan sempat mencatat nomor hp itu dalam memory sim cardnya. “Tuut-tuut-tuut”. Tidak terdengar tanda-tanda hp di seberang sana diangkat. Ia coba beberapa kali. Tetap saja tidak ada respon. Akhirnya ia menulis sebuah sms

Engkaulah bidadariku. Yang akan mengisi baitijannati harapanku. Tetapi mengapa tiba-tiba dikau batalkan niat suci itu (Irwan).

Beberapa menit telah berlalu. Tidak ada jawaban sms itu. Hampir dua jam setelahnya baru Irwan mendapatkan sms balasan :

Afwan akhi. Saya telah bersalah kepada antum. Saya telah berlaku dzalim. Namun saya memutuskan memenuhi harapan orang tua untuk kuliah lagi. Dan saya pikir akan sulit jika saya kuliah sekaligus mengurus rumah tangga. Semoga antum segera mendapatkan jodoh akhwat yang cantik, cerdas, sholihah, dan mabdai, serta semangat seperti yang antum harapkan. Afwan katsir. Terus berjuang, Khilafah dan Ridho-Nya menanti kita. (Fitri)

Kata-kata manis dalam sms itu sama sekali tidak bisa memaniskan suasana hatinya. Segera ia tulis lagi sms balasan. Isinya tentu saja PROTES.

Maka hari-hari setelah hari itu ada kesibukan baru antara Irwan dengan Fitri. Tiap hari Irwan mengirimkan sms kepada Fitri. Ada-ada saja akalnya untuk mengirim sms kepada Fitri. Mulai dari bertanya masalah tsaqofah, minta pendapat, sampai curhat. Awalnya Fitri masih membalas sms-sms itu. Tetapi lama-lama ia tidak tahan. Sms Irwan sudah tidak pada tempatnya lagi. Isinya melantur dan tidak ada gunanya. Bukan lagi tsaqofah yang ditanyakan, tetapi justru kiriman puisi-puisi cinta yang justru memuakkan hati Fitri.

Kejadian lain yang membuat Fitri sebal, Irwan mengetahui password email pribadinya. Dan dengan email itu Irwan mengirim beberapa email kepada sahabat-sahabatnya. Isinya, cerita fiktif semua tentang hubungan Fitri dengan Irwan.

Minggu-mingu setelah itu pun akhirnya menyita waktu Ustadz Zainuddin dan istrinya. Mereka pusing bagaimana menyadarkan Irwan untuk tidak mengirim sms aneh kepada Fitri. Juga bagaimana menyadarkan agar Irwan tidak menyebar-nyebarkan kegagalan taarufnya dengan Fitri. Kegagalan yang akhirnya diketahui banyak orang ini memang sangat menyudutkan Fitri. Ia seakan menyandang gelar baru “pengkhianat cinta”. Bahkan yang lebih menyedihkan, muncul juga julukan baru “bekas Irwan”. Ikhwan-ikhwan lain pun menjadi berpikir 100 kali terlebih dahulu jika akan bertaaruf dengan Fitri.

Di sisi lain, Fitri yang merasa stres dengan kejadian itu curhat kepada teman-teman dekatnya yang masih satu kelompok pengajian. Tingkah laku dan perbuatan Irwan pun menjadi diketahui banyak akhwat. Walhasil, nama Irwan akhirnya masuk ke dalam black list para akhwat. Seakan menjadi sebuah kesepahaman para akhwat untuk tidak usah menerima pinangan Irwan sampai kapan pun. Lebih parah lagi, seandainya ada salah satu akhwat yang akan taaruf dengan Irwan, mereka akan mengatakan : “Hati-hati dengan Irwan. Sebaiknya cari ikhwan lain aja deh !”

Kisah selanjutnya bak sinetron yang tidak akan habis dalam 100 episode. Dan tidak penting bagi kita menyimak keseluruhan isi kisah itu. Cukuplah menjadi pelajaran bagi kita bahwa ikhwan dan akhwat adalah manusia yang walau bagaimanapun tetap memiliki nafsu.

Ada beberapa pelajaran dari kejadian semi fiktif dan semi nyata dalam kisah tadi :

Pertama. Tidak perlu jatuh cinta pada calon yang disodorkan. Calon belumlah pasti akan menjadi pasangan kita kelak. Mendapatkan biodata barulah langkah awal sebelum menempuh langkah-langkah selanjutnya. Oleh karena itu, jangan terlalu dini jatuh cinta. Jatuh cintalah pada saat ia sudah menjadi suami/istri anda yang sah.

Kedua. Mak comblang (MC) tidak perlu memberikan biodata masing-masing calon. Walaupun kedua belah pihak yaitu ikhwan dan akhwat memang didesain untuk dijodohkan, tidak berarti dalam proses awal masing-masing pihak mengetahui cukup dalam dan detail calon pasangannya. Cukuplah MC memberikan data-data umum. Apabila data-data umum tersebut menarik perhatian keduanya, barulah data yang lebih detail diberikan. Apabila ketertarikan hanya muncul dari salah satu pihak, maka proses taaruf tidak perlu dilanjutkan. Misalnya si ikhwan tertarik, tetapi si akhwat tidak. Maka ikhwan yang ditolak tetap tidak mengetahui siapa yang menolaknya. Begitu juga akhwat yang menolak, tidak mengetahui siapa ikhwan yang ditolaknya. Maka posisi keduanya tetap aman. Tidak ada label “BEKAS” pada keduanya.

Ketiga. Komunikasi ikhwan-akhwat hendaknya tetap melalui MC. Oleh karena itu, memberikan nomor hp pada awal proses taaruf belum tentu tepat. Lebih baik jika dalam proses-proses awal semua komunikasi dijembatani oleh MC. Hal ini untuk menjaga agar komunikasi mereka tetap dalam koridor syariah. Selain itu adalah untuk mendeteksi secara dini apabila ada masalah dalam proses taaruf mereka.

Keempat. Seseorang yang sudah ditolak tidak perlu mencari-cari alasan untuk berkomunikasi dengan “mantan” calonnya. Ketika sang calon sudah menolak, maka tidak perlu lagi berkomunikasi dengan topik “khusus”. Kalaulah ada komunikasi, itu bukan karena sempat ada proses taaruf sebelumnya, tetapi murni karena adanya kebutuhan yang sama sekali tidak terkait dengan taaruf yang pernah dilakukan.

Kelima. MC hendaknya tidak asal menjodohkan. Sebaiknya memperhatikan bagaimana kriteria dari masing-masing pihak. Jangan hanya karena salah satu pihak sudah lama menitipkan biodata, kemudian MC mendahulukannya. Stok biodata tidaklah sama dengan stok barang dalam toko buah yang menerapkan standar FIFO (First In First Out; barang yang masuk lebih dahulu harus dikeluarkan lebih dahulu). Biodata itu berisi data ikhwan dan akhwat yang ingin membangun keluarga samara dalam baiti jannati. Tentu saja tidak mungkin tatanan ideal itu dapat terwujud jika MC hanya berperan bak penjual buah yang hanya menargetkan dagangannya cepat laku. Stok lama memang perlu diperhatikan, tetapi bukan berarti harus mengorbankan stok baru yang bisa jadi hanya cocok untuk orang tertentu.

Keenam. Rahasiakan aib saudara. Perbuatan ikhwan yang meneror akhwat yang menolaknya memang bukan perbuatan terpuji. Akan tetapi sebisa mungkin dijaga berita itu jangan sampai diketahui orang lain. Kalau toh ada perasaan tertekan dan membutuhkan curhat, sebisa mungkin hanya disampaikan pada orang-orang tertentu yang dipercaya mampu memberikan solusi serta mampu menjaga rahasia. Dalam curhat sebisa mungkin juga tidak usah menyebut nama. Walau bagaimanapun, seseorang yang error pada saat ini, sangat mungkin akan menjadi baik di masa mendatang.

Ketujuh. Hindari memasukkan nama seseorang ke dalam black list. Terkait dengan poin keenam. Seorang ikhwan yang saat ini error, besok bisa menjadi baik. Oleh karena itu jangan anda tutup peluang dia untuk mendapatkan akhwat lain. Adalah tidak adil apabila ia masuk ke dalam black list (sehingga tidak ada satu pun akhwat yang bersedia taaruf dengannya) padahal mungkin saja sekarang ia telah menjadi ikhwan yang baik. Begitu pula sebaliknya. Jangan karena seorang akhwat pernah gagal bertaaruf dengan seorang ikhwan, maka ikhwan-ikhwan lain ikut-ikutan mempermasalahkan akhwat itu.
Demikian beberapa usulan saya terkait tata cara dalam proses taaruf. Semoga bermanfaat. Selamat bertaaruf. Dan semoga anda segera mendapatkan jodoh. Amin.

* Kisah ini terinspirasi oleh beberapa kisah nyata. Akan tetapi, kisah ini telah saya dramatisasi di sana-sini, ditambah-tambahi ceritanya, serta memanfaatkan kalimat-kalimat bergaya hiperbola. Jadi mohon jangan dibayangkan dimana kejadiannya dan siapa orangnya karena memang secara

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kisah Sukses Google

Google lahir dari sebuah pertemuan tanpa disengaja dari Larry Page dan Sergey Brin di Universitas Stanford . Pada Januari 1996 Lary dan Sergey mulai melakukan kolaborasi dalam pembuatan Search Enggine yang diberi nama BackRub. 1998 Teknologi Search Enggine itu terus di sempurnakan, keduanya mulai mencari Investor untuk mengembangkan kecanggihan teknologi mesin pencari mereka.

Sehingga, mereka mendapatkan suntikan dana dari Andy Bechtolsheim teman kampus sekaligus pendiri Sun Microsystem. Sebuah cek senilai 100 ribu dolar AS, yang uniknya di cek itu tertulis atas nama Google yang bahkan pada saat itu belum didirikan oleh Sergey dan Larry.Larry dan Sergey sebelumnya pernah menawarkan kemungkinan dengan Alta Vista, tetapi ditolak dengan alasan perusahaan indu Alta Vista yaitu Digital Equipment Corp tidak suka bergantung pada orang dari luar perusahaan.


Investor di Silicon Valley, Michael Moritz (Sequa Capital) dan Jhon Doer (Kleiner Perkins) yang saling berkompetisi akhirnya bisa diyakinkan untuk menyuntik modal senilai 12,5 juta dolar AS ke perusahaan Google yang pada 7 Desember 1998 ini didirikan.


Kantor pertamanya adalah sebuah ruang garasi rumah teman mereka di Menlo Park, California. Pada tahun 1999, Google pindah ke kantor di 165 University Ace Palo Alto California sebelum akhirnya pindah ke Googleplex pada akhir tahun tersebut. Larry dan Sergey terus menjalankan mesin pencari Google hingga tahun 2001. Setelah itu mereka merekrut Eric E. Schdimt untuk menjadi ketua umum dan CEO Google.


Google kini menjadi perusahaan yang paling berpengaruh di Internet, termasuk karena Blogger.com sudah mereka kuasai. Googleplex menjadi tempat kerja yang sangat nyaman, karena dilengkapi sarana dan prasarana yang lengkap seperti kolam renang, bar, billiard room, futsal, voli pantai, makanan gratis, minuman kesehatan cuma-cuma, dan cemilan yang melimpah. Terlebih lagi, suasana kerja yang rileks karena karyawan google diperbolehkan untuk hanya mengenakan kaus dan celana jeans, sehingga apabila ketika kita datang ke googleplex dan melihat sesorang yang mengenakan pakaian resmi, jas dan sebagainya, hampir bisa dipastikan dia adalah Tamu.


Satu lagi yang menarik, di Google diterapkan sistem , karyawan diberikan 20 % waktu kerja mereka untuk bebas mengerjakan apa yang di minati-nya - kira-kira dalam 1 minggu sehari. Sehingga kreativitas karyawan meningkat, dan lahirlah seperti misal google earth dll. Dengan begitu google sangat konsen pada Sumber Daya Manusia yang mereka miliki. Sebuah artikel yang ditulis oleh seorang wartawan dari Fortune, Freg Vogelstein, berjudul " Why Google Scares Bill Gates " menjelaskan persaingan antaran Google dengan Microsoft. Ini membuktikan betapa hebatnya google saat ini, sehingga raksasa seperti Microsoft yang sudah berusia 25 tahun lebih, menerapkan berbagai strategi untuk bersaing dengan google. Ini terlihat nyata, dengan rencana Akusisi Yahoo.com oleh Microsoft baru-baru ini, meskipun akhirnya kandas.


Di balik itu, Google juga melakukan kerja-kerja filantropis ( sosial ) dengan mendirikan Google.org. Misi dari organisasi itu adalah membantu kampanye soal perubahan iklim, pemanasan global, juga kesehatan dan kemiskinan global. Direktur dari Google.org ini adalah Dr. Larry Brilliant.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS